Selasa, 23 November 2010

MANUSIA DAN PENDERITAAN


PENGERTIAN PENDERITAAN:
    
     Penderitaan berasal dari kata derita. Bahasa derita berasal dari bahasa sansekerta dhra yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin.
     Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal seperti itu sudah merupakan resiko hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan  pada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan dan kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNYA. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau  peringatan sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNYA.
    Kepada manusia sebagai homo religius tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingkan dengam mahluk ciptaannya yang lain, tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakannya ? bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNYA, dan bersikap pasrah akan nasip yang telah ditentukan tuhan atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa kekuasaan tuhan memang jauh lebih besar dari dirinya, akan membuat manusia merasa dirinya kecil dan menerima takdir.
     Baik dalam al Quran maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menjelaskan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.
     Hal itu misalnya dalam surat al-Insyiqoq:6 yang artinya ”manusia ialah mahluk yang hidupnya penuh perjuangan”
Ayat tersebut dapat diartikan bahwa manusia harus bekerja keras untuk dapat melangsungkan hidupnya. Untuk kelangsungan hidup ini manusia harus dapat menaklukan alam, menghadapi masyarakat sekelilingnya, dan tidak boleh lupa untuk selalu bertakwa kepada tuhan. Apabila manusia melalaikan salah satu darinya, atau kurang sungguh-sungguh menghadapinya, maka akibatnya manusia akan menderita.

Faktor-faktor terjadinya penderitaan :
ü  Faktor kemiskinan                                                                                                                 
ü  Faktor kurang nya pendidikan
ü  Faktor bencana alam
ü  Faktor peperangan


Contoh kecil penderitaan bangsa indonesia

     Dari segi pendidikan banyaknya rakyat rakyat kecil yang tidak mampu untuk bersekolah dan banyak juga diantara mereka yang pintar pintar tapi tidak bisa sekolah karena keterbatasan biaya.
Dan disatu sisi kemiskinan melanda bangsa kita mungkin salah satu penyebabnya kemiskinan ini karena korupsi. Rendah nya moral para pejabat jaman sekarang yang hanya mementingkan kekayaan pribadi, sedangkan disatu sisi rakyat kecil menderita menahan lapar karena ulah para koruptor.
     Belum lagi tentang keberadaannya teroris dinegara kita ini yang tidak pandang buluh mengebom dimana-mana mereka tidak memikirkan berapa banyak korban dan berapa banyak anak anak yang kehilangan orang tua akibat ulah mereka. Ini juga dapat menyebabkan penderitaan bagi bangsa kita. Dan kejadian ini pun dapat mencoreng negara kita dari mata dunia.

 PENDERITAAN RAKYAT PALESTINA

    Palestina, sangat menyedihkan khususnya setelah distribusi bantuan makanan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dihentikan PBB dengan alasan kekurangan bahan bakar.
    Orang-orang Palestina telah berada dalam kesulitan untuk mendapatkan makanan sejak Palestina diduduki pada tahun 1946. Di beberapa resort, bahkan ada sebagian dari mereka memakan rumput.
     Badan PBB yang mengelola distribusi bantuan, UNRWA, menghentikan pengiriman bantuan makanan ke Gaza dua minggu lalu karena kendaraan mereka mengalami kekurangan bahan bakar. Lebih dari 80% penduduk Gaza mengandalkan bantuan kemanusiaan, dengan pasokan makanan dari PBB memenuhi kebutuhan 1,5 juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.
      Cris Gunness, juru bicara UNRWA mengatakan bahwa bantuan kepada 650.000 orang harus dihentikan sementara. Israel benar-benar kejam, setelah tanah Palestina dirampas, mereka membiarkan orang-orang Islam Palestina hidup dalam kesengsaraan dan kelaparan.
Sampai kapan situasi menyedihkan dan mengiriskan ini berlangsung?
Saat ini, ada dua penderitaan yang sedang dihadapi rakyat Palestina akibat penjajahan yang dilakukan Zionis Israel.
Pertama, penderitaan karena sulitnya mendapatkan kebutuhan pokok, makanan yang akan dikonsumsi, susu untuk bayi, serta sulitnya mendapatkan obat-obatan.
Sulitnya mendapatkan makanan, obat-obatan dan susu untuk bayi diakibatkan blokade yang diterapkan penjajah Zionis Israel sudah
berlangsung 2 tahun hingga saat ini.
Sungguh ini merupakan kejahatan kemanusiaan di abad modern yang dipertontonkan secara vulgar kepada masyarakat dunia, khususnya umat Islam.
Apabila blokade yang diberlakukan Zionis Israel terhadap wilayah Gaza terus diterapkan dan masyarakat dunia, khususnya umat Islam diam seribu bahasa, memeluk dengkul, bertopang dagu, tidak ada upaya untuk menolak blokade tersebut, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi kemanusiaan bagi 1, 5 juta penduduk Gaza.
Kedua, penderitaan karena tidak dapat mengekspresikan nilai-nilai keimanan dalam bentuk beribadah kepada Allah.
Seperti tahun-tahun yang lalu, kaum muslimin di Tepi Barat, khususnya di kota suci Al-Quds, yang berusia di bawah 45 tahun tidak diperkenankan Zionis Israel untuk beribadah di masjid al-Aqsha.
Setiap jama’ah yang akan masuk masjid al-Aqsha ditatap dengan tatapan yang sinis dan penuh curiga, digeladah, ditanya identitasnya, jika terbukti usianya di bawah 45 tahun, maka akan diusir, tidak boleh memasuki masjid yang merupakan kiblat umat Islam pertama.
Sehingga, tidak sedikit para pemuda yang ingin mendulang pahala di bulan Ramdhan, rindu terhadap masjid al-Aqsha dan ingin i’tikaf di dalamnya, hanya dapat melihat keindahan dan kemuliaan al-Aqsha dari jauh, dan pelaksanaan shalat hanya dapat dilakukan di luar kompleks masjid al-Aqsha.
Perbuatan zalim Zionis Israel yang melarang kaum muslimin berkunjung ke masjid al-Aqsha, shalat dan i’tikaf di dalamnya, jelas merupakan kezaliman dan harus segera dihentikan!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar